Pesta Akhir Tahun

Pada saat masuk kantor hari ini, saya sama sekali tidak tahu bahwa hari ini satu divisi akan makan malam bersama di luar. Saya baru diberitahu pada pukul 17.30, yang notabene merupakan jam makan malam kantor. Sebagai orang perantauan (hehehe), tentu saja saya menyambut gembira ajakan keluar itu. Apalagi pada siang hari, makan saya tidak nikmat, karena dari 3 menu, 3 diantaranya mengandung babi. Sehingga, saya terpaksa memilih menu mi dengan gorengan babi dan tentunya siang itu saya hanya mengisi perut saya dengan mi goreng (tanpa gorengan).

Pukul 18.30 kita berangkat bersama menggunakan bus perusahaan. Kebetulan, restoran yang akan kita tuju terletak dengan hotel tempat saya tinggal sehingga saya tidak udah memikirkan jalan pulang :) Singkat kata, setelah berjalan sejenak dari pemberhentian bus, kita sampai pada sebuah family restaurant bernama VIPS.

Setelah masuk dan mengambil duduk, kita langsung disiapkan 2 buah meja. Masing-masing diisi 6 orang. Sebagai tamu, saya hanya menurut menu apa saja yang dipesan. Asal bukan babi pasti akan saya lahap hehehe. Family restaurant ini merupakan resto yang cukup mahal. Harga sebuah steak standart sekitar 32.000 Won. Masih ingat 1 Won berapa kan? Jika tidak, baca postingan ini dulu ^_^

Selain steak, resto tersebut juga memakai sistem buffet. Kita bebas mengambil berbagai hidangan yang telah disiapkan. Variasi makanan yang dihidangkan sangat bermacam-macam. Mulai dari cumi, jamur, sashimi, salad buah, pizza, ayam goreng, berbagai makanan Korea (aku tidak suka) sampai udang mentah dan tiram tersedia. Itu belum termasuk menu penutup seperti kue-kue, es krim, berbagai softdrink dan buah-buahan. Yang menarik, di sana terdapat buah leci, nanas dan rambutan. Dan hal itu dibanggakan resto tersebut karena buah-buah tersebut memang langka. Berbanggalah kita karena bisa dengan mudah makan buah rambutan :)

Pada saat makan, satu lagi ciri khas orang Korea terlihat. Makan mereka sangat banyak. Bahkan saya yang dijuluki raja makan oleh teman-teman satu hotel pun masih kewalahan mengimbangi mereka. Piring pertama berisi makanan Korea. Piring kedua berisi salad, udang mentah, sashimi dan tiram. Piring ketiga adalah sup. Baru didatangkan menu utama, yakni steak. Karena menghormati tamu, mereka memesan dua jenis steak. Steak pertama adalah steak babi dan steak kedua adalah daging sapi. Hmmm.. Saya tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Karena daging sapi mahal di Korea dan saya sudah lama tidak merasakannya.

Semua makanan tadi akan lebih terasa sempurna jika dilengkapi dengan sambal. Dan sayangnya tidak ada sambal pedas yang tersedia. Yang ada hanya saus dan rasa pedasnya didapat dari paprika. Sebagai orang yang telah 19 tahun hidup di Surabaya (3 tahun pertama di Nganjuk), tentu saja rasa pedas tersebut tidak berarti apa-apa. Kurang mantab! Tetapi, untuk ukuran makanan gratis tidak apa-apa deh ^_^

Akhir kata, setelah selama 2 jam di resto itu, kita pulang dengan perut kenyang dan hati senang..

NB: Ada yang bertanya-tanya kenapa saya memajang foto itu? Ini adalah sedikit side quest (halah-halah, kebanyakan main game!) dari pengalaman saya tadi.

Sambil menunggu menu utama datang, kita menghabiskan makanan buffet. Tak disangka-sangka, ketika tengah menyantap hidangan, datang seorang pelayan yang siap menuangkan Red Wine. Red Wine ini terlihat cukup mahal, karena yang memesan adalah manajer saya yang duduk tepat di depanku. Semua teman satu meja telah memegang gelas yang berisi Red Wine itu. Jujur, melihat Red Wine itu terbersit keinginan untuk mencobanya. Penampilannya sungguh menggiurkan. Apalagi gratis!! Tapi demi keinginan hidup bahagia di dunia selanjutnya (amin), saya dengan berat hati menolak. Sungguh tidak mudah menolak jika yang menawarkan adalah bosmu sendiri, harga minuman yang ditawarkan tidaklah murah dan tampak begitu menggiurkan. Akhirnya, ketika semua toss mengucapkan selamat tinggal tahun 2007, sebuah gelas berisi jus jeruk ikut meramaikannya!

Read More……

Sistem Transportasi di Korea Selatan

Salah satu ciri dari sebuah negara maju, adalah adanya sistem angkutan umum yang nyaman dan terjangkau. Dan rasanya, tidak salah jika saya menyebut sistem angkutan umum di Korea sudah cukup maju. Di Korea Selatan terdapat beberapa alternatif sarana transportasi.

Dalam Kota

Untuk jarak yang cukup jauh, terdapat dua alternatif. Yakni bus dan taksi. Bus di sini tarifnya cukup murah (untuk ukuran orang sini), yakni 1000 Won. Sedangkan kapasitas bisnya sendiri kurang lebih sama, hanya saja lebih terawat dan bersih. Yang membuat saya heran dan merasa nyaman, pada hampir setiap halte bus terdapat peta dan rute bis. Walaupun terkadang informasi peta dalam bahasa Korea, peta tersebut tetap sangat membantu. Bahkan pada halte tertentu, terdapat layar monitor yang memberitahukan waktu kedatangan bis.

Sedangkan jika menggunakan taksi, tarif rata-rata di dalam kota antara 3000-5000 Won. Jika kita sedang pergi berempat, naik taksi akan lebih hemat dan menguntungkan (dengan asumsi semua teman anda ikut menyumbang). Ketika pertama kali naik taksi, saya berdecak kagum. Setiap taksi dilengkapi dengan sebuah monitor TV. Tidak hanya itu, layar monitor itu juga berfungsi sebagai alat navigasi. Sistem navigasi yang selama ini saya kira masih menjadi barang mahal, ternyata sudah diterapkan pada setiap taksi di sini.

Sedangkan untuk jarak dekat, anda dapat menggunakan kaki anda sendiri alias berjalan kaki. Hal ini tidak seberat berjalan kaki di negeri sendiri, karena hak pejalan kaki sangat dihargai. Trotoar yang nyaman selalu tersedia di semua jalan. Pengendara kendaraan juga menghormati pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross. Tentu saja, sebagai pejalan kaki kita juga harus menuruti peraturan lalu lintas dan hanya menyeberang jika lampu penyeberangan hijau.

Untuk perjalanan antar kota, kita dapat menggunakan kereta listrik/subway. Pembahasan lebih detail mengenai subway akan saya bahas pada posting selanjutnya :)

PS: 1 Won = 10 Rupiah

Read More……

Malam Natal di Suwon

Malam natal di negeri orang memang terasa berbeda. Saya bukan orang yang merayakan natal. Tapi saya suka melihat perubahan suasana maupun dekorasi di berbagai tempat. Pada malam natal ini, saya masih berada di Suwon, Korea Selatan. Untuk sekedar diketahui, di Korea Selatan pemeluk agama Kristen tidak begitu banyak tapi cukup untuk menciptakan suasana natal. Agama mayoritas di Korea? Atheis alias tidak bertuhan. Bahkan pada divisi tempat saya bekerja, hampir semua tidak memiliki agama.

Kembali pada malam natal. Setelah pulang dari kerja, kita sepakat untuk berangkat menuju sebuah mall di pusat kota. Jalanan terasa ramai, tidak seperti hari biasa yang sama sekali tidak macet. Sesampai di Suwon Station (nama Mall itu), kita langsung berkeliling mencari obyek yang menarik. Sayangnya, di dalam Mall tidak ada yang menarik. Suasana natal kurang terasa, yang tampak justru suasana Valentine Day! Banyak toko yang menjual paket bunga mawar maupun kue-kue cantik. Dan suasana itu semakin lengkap dengan banyaknya pasangan yang berjalan dengan berpelukan dan bergandeng tangan.

Kelar melihat-lihat dalam Mall, kita beralih haluan ke luar Mall. Di sana tampak beberapa grup memakai baju sinterklas dan memainkan paduan terompet. Di sisi yang lain, dengan busana yang sama sekelompok orang menyanyikan lagu bersama. Suasana natal cukup terasa, apalagi di depan Mall terdapat pohon natal raksasa yang dipenuhi lampu. Jalanan di depan Mall yang dingin terasa lebih hangat karena banyak orang yang berlalu lalang. Dan sekali lagi, didominasi pasangan-pasangan. Tidak hanya pasangan remaja, pasangan yang sudah berumur pun juga tidak kalah mesra.

Setelah puas melihat-lihat di luar Mall, kita memutuskan untuk pulang. Tangan kita sudah sangat dingin. Memang, suhu saat itu sekitar 2 derajat Celcius. Di dalam bis, terlihat keramaian orang-orang yang terlihat bahagia. Mungkin tidak semua orang yang terlihat bahagia itu merayakan natal, tetapi yang pasti mereka bahagia merayakan libur natal ini :)

NB: Tidak ada foto, karena hampir semua foto yang kita ambil ternyata blur T_T

Read More……

What do you think?



Buat warga Surabaya, bagaimana pendapatmu tentang bangunan di atas..?

Read More……

Akhirnya Salju Turun!

Horeee!!!!Akhirnya salju turun juga :)

Senang sekali akhirnya bisa melihat salju. Setelah mengetahui salju telah turun, saya dan teman-teman langsung naik ke lantai 20 karena di sana ada ruang terbuka. Oh iya, di Korea ini saya menetap di hotel Stay 7 di kota Suwon. Mungkin dalam beberapa hari saya akan membahas hotel saya ini dalam blog ini. Kembali ke salju hehehe..

Dingin Euy

Klik gambar di atas untuk memperbesar dan kamu akan mengetahui kesalahan yang saya lakukan ketika bermain salju. Yup! Saya masih memakai sandal! ^-^" Kaki saya mati rasa gara-gara saya tidak berganti sepatu ketika akan berfoto-ria.

Dingin Euy

Pohon cemara terlihat begitu indah jika terbungkus salju, apalagi jika ada saya di sebelahnya :)

Pingsan saking senangnya lihat salju.

Nah kalau yang ini teman saya yang bernama Andias. Dia karena terlalu senang sampai pingsan di atas salju hehehe.. (Hiiii.. Padahal dingin sekali lho!)

Nah, karena cita-cita melihat salju sudah kesampaian, saya akan mencoba melaksanakan cita-cita saya selanjutnya. Yakni bermain ski! Kita lihat saja, karena saya masih 7 minggu lagi tinggal di Korea :)

Read More……

Musim Salju itu (memang) Dingin

Sebelum berangkat ke Korea, saya sudah diwanti-wanti(dinasehati) agar membawa baju hangat karena di sana sedang musim dingin. Tapi saya baru merasakan kebenaran kata itu ketika keluar dari airport. Pada saat di pesawat, suhu memang masih normal-normal saja. Bahkan saat melihat pemandangan dari jendela pesawat, tidak terlihat ada salju yang menggunung. Namun, angin yang berhembus di luar airport langsung membuat saya sadar, musim salju memang dingin!

Kedinginan di Depan Airport

Foto di atas sebenarnya agak dipaksakan. Sebelum foto, saya masih memakai kerudung sweater saya. Berhubung saya ingin muka saya terlihat sempurna (hahaha), tepat sebelum kamera mengambil, kerudung saya copot sebentar. Bagi yang sudah pernah ke dunia es, hawa dinginnya kurang lebih sama. Tapi tidak tahu lagi kalau salju sedang turun seperti apa suhunya. Kita lihat saja nanti :)

NB: Aku yang paling kanan, jangan salah orang! n_n

Read More……

Akhirnya Nyasar Ke Korea

Beberapa saat yang lalu, aku dipaksa ditawarin pergi Korea oleh perusahaan tempat aku kerja. Pada saat ditawari, sebenarnya aku sedang nunggu pengumuman final dari sebuah BUMN yang tinggal selangkah lagi. Tapi berhubung pengumumannya nggak datang-datang dan om-ku merekomendasikan aku mengambil kesempatan itu, akhirnya aku terima juga tawaran itu. Sebenarnya tawaran itu tidak jelek, hanya saja jika aku mengambil tawaran itu, aku terikat selama 1,5 tahun di perusahaan itu.

Setelah ikatan rantai kontrak itu ditandatangani, tak disangka pada malam hari 1 hari menjelang keberangkatan ke Korea datang sebuah sms. Sms itu menyatakan aku telah diterima di BUMN itu dan harap mempersiapkan proses penandatanganan kontrak. Huff.. C'est la Vie.. (Inilah hidup..)

Tapi, mari kita nikmati saja hidup ini :) Dalam 2 bulan di korea akan saya posting bagaimana keadaan di sana. Just wait and see.. ^^

Read More……